Rabu, 02 April 2014

Apa itu Sistem Operasi Radar ?

Jindalee Operational Radar Network (JORN) adalah jaringan radar luar cakrawala yang mampu memonitor pergerakan udara dan laut di wilayah seluas 37.000 km2. Jangkauan resminya mencapai 3.000 km. Jaringan radar ini dipakai untuk keperluan pertahanan Australia dan mengawasi operasi maritim, ketinggian gelombang, dan arah angin. Sampai sekarang, jaringan ini dikelola dengan anggaran A$1,8 miliar.

Asal mula JORN dapat dilacak hingga eksperimen pasca Perang Dunia II di Amerika Serikat dan serangkaian eksperimen Australia yang dimulai pad aawal 1950-an. Sejak Juli 1970, sebuah studi dilakukan dan membuahkan proposal program pengembangan sistem radar luar cakrawala tiga tahap.
Tahap pert ama disebut Project Geebung. Geebung bertujuan menentukan persyaratan operasional untuk OTHR dan mempelajari teknologi dan teknik yang dapat diterapkan. Proyek ini melibatkan aktivitas pemancaran gelombang ke ionosfer untuk menilai kesesuaian ionosfer dalam operasi radar OTHR.
Geebung adalah pondasi dari Project Jindalee, tahap kedua, yang bertujuan membuktikan kelayakan dan pembiayaan OTHR. Tahap kedua ini dilaksanakan oleh Radar Division,Defence Science and Technology Organisation. Radar Division kelak berubah menjadi High Frequency Radar Division.
Project Jindalee dilaksanakan pada 1972-1974 dan dibagi menjadi tiga tahap.
Tahap 'A' dimulai bulan April 1974. Tahap ini mencaku pembangunan satu purwarupa penerima radar di Mount Everard, dekat Alice Springs, satu pemancar di Harts Range, 160 km dari Mount Everard, dan satu suar di Derby. Setelah rampung bulan Oktober 1976, radar tahap A beroperasi selama dua tahun dan ditutup pada Desember 1978. Tahap A secara resmi berakhir bulan Februari 1979 setelah menyelesaikan misinya, yaitu membuktikan kelayakan OTHR.
Kesuksesan tahap A dilanjutkan dengan pembangunan radar tahap 'B' yang lebih besar sesuai pengetahuan yang didapat dari tahap A. Tahap B dimulai tanggal 6 Juli 1978. Radar yang baru dibangun di sebelah radar tahap A. Pembangunan selama tahap B meliputi pemrosesan sinyal langsung menggunakan prosesor kustom, rangkaian antena lebih besar dan pemancar listrik lebih tinggi, sehingga menghasilkan radar yang lebih sensitif dan kapabel. Data pertama diterima tahap B pada April sampai Mei 1982. Kapal pertama terdeteksi bulan Januari 1983 dan sebuah pesawat dilacak secara otomatis bulan Februari 1984. Uji coba dilakukan oleh Angkatan Udara Kerajaan Australia pada APril 1984. Misi tahap B untuk mendemonstrasikan operasi OTHR di Australia berhasil dipenuhi. Uji coba selanjutnya selama dua tahun dilakukan sebelum proyek Jindalee resmi diakhiri pada Desember 1985.
Tahap 'C' adalah konversi radar tahap B menjadi radar operasional. Pada tahap ini, perlengkapan tahap B diperbarui besar-besaran diikuti pembentukan No. 1 Radar Surveillance Unit RAAF (1RSU) dan penyerahan radar ke 1RSU. Tujuannya adalah melengkapi pasukan pertahanan Australia dengan pengalaman operasional OTHR.
Tahap ketiga program OTHR adalah desain dan konstruksi JORN. Keputusan pembuatan JORN diumumkan bulan Oktober 1986. Telstra, bekerja sama dengan GEC-Marconi, menjadi kontraktor utama. Kontrak bernilai tetap untuk pembangunan JORN ditandatangani tanggal 11 Juni 1991. JORN selesai dibangun pada 13 Juni 1997.
Per 1996, proyek ini mengalami kesulitan teknis dan kekurangan biaya. Telstra melaporkan kerugian sebesar A$609 juta dan mengumumkan bahwa mereka tidak dapat menjamin waktu pengiriman.
Kontrak Telstra yang gagal membuat proyek ini memasuki tahap keempat, yaitu perampungan JORN dan pengelolaan selanjutnya oleh kontraktor baru. Bulan Februari 1997, Lockheed Martin dan Tenix mendapatkan kontrak pengiriman dan pengelolaan JORN. Juni 1997, keduanya membentuk perusahaan RLM Group untuk menangani usaha patungan ini. Sistem radar operasional dikirim bulan April 2003 dan kontrak pengelolaannya berlangsung sampai Februari 2007.
Karena lamanya konstruksi, JORN yang dikirim tahun 2003 dirancang sesuai spesifikasi awal 1990-an. Waktu itu, radar Alice Springs sudah berubah banyak di bawah arahan Defence Science and Technology Organisation (DSTO). Pada Februari 2004, proyek JORN tahap kelima disetujui. Tahap ini bertujuan untuk meningkatkan kemmapuan radar Laverton dan Longreach sesuai penelitian dan pengembangan OTHR yang telah dilakukan selama satu dasawarsa terakhir. Tahap kelima dijadwalkan berjalan sampai tahun 2011.

Jaringan[sunting | sunting sumber]

JORN terdiri dari dua stasiun radar aktif; dekat Longreach, Queensland (JOR1) dan dekat Laverton, Western Australia (JOR2), satu pusat kendali di Edinburgh, South Australia (JCC), tujuh transponder, dan dua belas ionosonde vertikal yang tersebar di seluruh Australia dan teritorinya.DSTO menggunakan stasiun radar dekat Alice Springs, Northern Territory(JFAS) untuk keperluan penelitian dan pengembangan[7] dan memiliki jaringan ionosonde vertikal/miringnya sendiri untuk penelitian.Radar Alice Springs bisa disambung ke JORN untuk dijadikan stasiun radar aktif ketiga.
Masing-masing stasiun radar terdiri dari sebuah situs pemancar dan situs penerima yang dipisahkan jauh supaya pemancar tidak berbenturan dengan penerima. Keempat situs pemancar dan penerima JORN adalah:
Situs-situs pemancar dan penerima penelitian dan pengembangan JORN adalah:
Radar Alice Springs merupakan lahan uji 'Jindalee Stage B' pertama yang menjadi dasar desain dua stasiun lainnya. Radar ini masih dijadikan tempat uji coba penelitian dan pengembangan selain memainkan peran operasional.
Situs penerima Mount Everard berisi sisa-sisa penerima 'Jindalee Stage A' pertama yang lebih kecil. Tempat ini terlihat di foto udara di belakang penerima "Stage B" (23,530074°LS 133,68782°BT). Pemancar Stage A dibangun kembali untuk dijadikan pemancar Stage B.[1]
Rangkaian pemancar radio frekuensi tinggi di Longreach dan Laverton memiliki 28 elemen, masing-masing ditenagai oleh amplifier listrik 20 kilowatt sehingga totalnya mencapai 560 kW. Stage B memancarkan 20 kW per amplifier. Sinyalnya dipantulkan di ionosfer dan diterima di stasiun Longreach dan Laverton. Stasiun-stasiun penerima ini menggunakan penerima KEL Aerospace seri KFR35.JORN menggunakan frekuensi radio antara 5 dan 30 MHz, lebih rendah daripada kebanyakan radar sipil dan militer yang beroperasi di pita frekuensi gelombang mikro.
Jaringan ionosonde JORN terdiri dari ionosonde-ionosonde vertikal yang menghasilkan peta ionosfer langsung (real-time). Setiap pengeras insiden vertikal (VIS) merupakan pengeras portabel "Digisonde" penerima tunggal yang dibuat oleh Lowell untuk JORN. Peta ionosfer baru diperbarui setiap 225 detik.Sesuai arah jarum jam, lokasi dua belas ionosonde JORN (11 aktif dan 1 uji coba) di seluruh Australia adalah sebagai berikut:
JORN Ionosondes[8][9]
LokasiKodeKoordinatPeta
LavertonWALAV27°LS 123,5°BTJindalee Project WA Transmit Site
Ajana dekat GeraldtonWAAJA27,9°LS 114,7°BTDefence Site, Ajana R/T, AJANA
Boolathana station dekat CarnarvonWACAR24,6°LS 113,6°BTDefence Installation, CARNARVON
Learmonth RAAF Base dekat ExmouthWALEA22,2°LS 114,1°BTIonosonde Site, Learmonth Solar Observatory, Minilya-Exmouth Road, LEARMONTH
South HedlandWASHD20,4°LS 118,6°BTDefence Installation South Hedland, PORT HEDLAND
Curtin RAAF BaseDerbyWACUR17,6°LS 123,8°BTCurtin RAAF via, DERBY
KalkaringiNTKAL17,4°LS 130,8°BTTelstra Radio Terminal, KALKARINGI
Groote EylandtArnhem LandNTGRO13,9°LS 136,4°BTDefence Installation, GROOTE EYLANDT
Scherger RAAF BaseWeipaQLDSCH12,7°LS 142,1°BTScherger RAAF Installation, WEIPA
Lynd RiverQLDLYN18°LS 144,9°BTDefence, Lynd River Site, LYND RIVER
LongreachQLDLON23,4°LS 143,8°BTQueensland Jindalee Tx Site, via, LONGREACH
JORN Coordination Centre, EdinburghSAtest unit34,7°LS 138,6°BTCorner of Operations Road & Land Ave DSTO, SALISBURY
Jaringan ionosonde DSTO bukan bagian dari JORN, tetapi digunakan untuk mencapai tujuan penelitian DSTO.[9] DSTO menggunakan empat pengeras portabel Digisonde penerima (DPS-4) yang juga dibuat oleh Lowell.[2][8] Pada tahun 2004, DSTO memiliki ionosonde di tempat-tempat berikut.
Dari barat ke timur, ketujuh transponder JORN terletak di Pulau Christmas[ Broome,  KalumburuNhulunbuyNormanton,  and Horn island
Semua situs di atas (dan lainnya) bisa ditemukan di Australian Geographical RadioFrequency Map yang juga memiliki daftar frekuensi di masing-masing situs.

Operasi dan kegunaan[sunting | sunting sumber]

Jaringan JORN dioperasikan oleh No. 1 Radar Surveillance Unit RAAF (1RSU). Data dari situs-situs JORN dikirim ke JORN Coordination Centre di RAAF Base Edinburgh, lalu diteruskan ke lembaga-lembaga dan unit militer lainnya. Menurut laporan resmi, sistem ini memungkinkan Australian Defence Force memantau semua aktivitas udara dan laut di sebelah utara Australia dengan jangkauan 3.000 km. Wilayah tersebut mencakup seluruh pulau Jawa, Papua, Kepulauan Solomon, dan separuh Samudra Hindia. Sejumlah sumber lain menyebut angka 4.000 km dari garis pantai Australia, sehingga jangkauannya sampai Singapura.
JORN begitu sensitif sehingga dapat melacak pesawat sekecil Cessna 172 yang lepas landas dan mendarat di Timor Timur, sekitar 2.600 km dari Australia. Penelitian sedang dilakukan untuk meningkatkan sensitivitasnya sampai sepuluh kali lipat. Radar ini juga kabarnya mampu mendeteksi pesawat siluman (stealth) karena pesawat semacam itu hanya dirancang untuk menghindari deteksi oleh radar gelombang mikro.Project DUNDEEadalah proyek riset hasil kerja sama dengan pertahanan rudal Amerika Serikat yang bertujuan memanfaatkan JORN untuk melacak rudal. JORN diharapkan memainkan peran penting dalam inisiatif Missile Defense Agency yang akan datang, yaitu mencegat dan melacak peluncuran rudal di kawasan Asia.


sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Jindalee_Operational_Radar_Network

Kelemahan Sistem Operasi Android

 Anda pengguna perangkat berbasis smartphone, pastinya tidak akan asing lagi mendengar nama Android. Android adalah nama salah satu sistem operasi smartphone yang saat ini sedang menjadi trend dalam dunia gadget. Sebagai sistem operasi yang paling banyak mempunyai penggemar, pastinya Android memiliki banyak keunggulan jika dibanding dengan sistem operasi lain yang menjadi pesainganya.
Mengingat semakin pesatnya persaingan dalam dunia gadget para vendor juga berusaha membekali peragkat mereka dengan software yang dirasa cukup tangguh, agar bisa menarik perhatian calon konsumen. Android sendiri yang merupakan salah satu perangkat lunak smartphone yang laris dalam pasaran, berusaha memperbanyak versi, mulai dari tingkatan yang paling rendah hingga tingkatan yang paling canggih agar bisa menyesuaikan dengan kebutuhan komunikasi konsumen.
Namun anda perlu tahu, meski saat ini menjadi trend, sistem operasi Android tersebut masih saja memiliki kelemahan. Jika anda melihat dari segi kelebihan, Android memiliki berbagai macam kelebihan yang sudah sering kita ketahui, namun anda pastinya tidak begitu memperhatikan tentang kelemahan yang dimiliki oleh OS Android. Yang ingin mengetahui tentang kelemahan OS Android, langsung saja simak ulasan dibawah ini. 
  • Terhubung dengan internet : Android bisa dibilang sangat memerlukan koneksi internet yang aktif. Setidaknya harus ada koneksi internet GPRS di daerah anda, agar perangkat siap untuk online sesuai dengan kebutuhan kita.
  • Perusahaan perangkat kadang lambat mengeluarkan versi resmi dari Android milik anda. Meskipun kadang tidak ada perbedaan mencolok dalam hal UI.
  • Android Market kurang kontrol dari pengelola, kadang masih terdapat malware.
  • Sebagai penyedia layanan langsung, terkadang pengguna sangat sulit sekali terhubung dengan pihak Google.
  • Kadang sering terdapat iklan : karena mudah dan gratis, kadang sering diboncengi iklan. Secara tampilan memang tidak mengganggu kinerja aplikasi itu sendiri, karena memang kadang berada di bagian atas atau bawah aplikasi.
Boros Baterai, ya memang android lebih boros dibandingkan dengan OS yang lain. hal ini karena memang OS ini banyak “process” di background yang mengakibatkan baterai cepat habis. 
sumber :http://saiful-jais.blog.ugm.ac.id/2012/03/11/kelebihan-dan-kekurangan-sistem-operasi-android/
http://oketekno.com/3408/kelemahan-os-android.html